Sabtu, 10 Agustus 2013

Tugas Administrasi Pembelajaran_Menyusun RPP Tematik



Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Satuan Pendidikan :     SD Negeri 107 Sukamaju
Kelas/Semester      :     I/I (Satu)
Tema/Subtema       :     Diriku/Aku dan Teman Baru
Pertemuan Ke-       :     1 (minggu pertama)
Alokasi Waktu        :     2 x 35 menit

A.    Kompetensi Inti
1.       Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
2.       Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru
3.       Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain
4.       Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.


B.    Kompetensi Dasar
        PPKn
4.2.    Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah
Bahasa Indonesia
4.4.   Menyampaikan teks cerita diri/personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian

PJOK
4.3    Mempraktikkan pola gerak dasar manipulatif yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional

SBDP
4.1.   Menggambar ekspresi dengan mengolah garis, warna dan bentuk berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekitar

C. Indikator
PPKn
·         Menjalankan peraturan pada permainan di sekolah
Bahasa Indonesia
·         Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap
·         Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama panggilan
·         Menyebutkan nama temannya

PJOK
·         Melakukan gerakan melempar
·         Melakukan gerakan menangkap
SBDP
·         Memberi hiasan pada kartu nama

D. Tujuan Pembelajaran

1.    Siswa dapat memperkenalkan diri dengan menyebutkan  nama lengkap dan nama panggilan dengan benar

2.    Siswa dapat menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan temannya dengan benar

3.    Siswa dapat menghias kartu namanya

4.    Siswa dapat memperkenalkan dirinya di depan kelas

E. Materi Ajar
            Identitas nama  diri dan teman (Perkenalan)


 F.    PENDEKATAN/STRATEGI/METODE
Pendekatan:Saintifik (Scientific)
Strategi: Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning).
Metode: tanya jawab dan presentasi
Teknik: Bermain Lemparan Bola dan Unjuk Kerja

G.    LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
KEGIATAN
DESKRIPSI KEGIATAN
ALOKASI WAKTU
Pendahuluan
·   Guru memberikan salam dan mengajak berdoa (religius).
·   Guru memberikan ice breaking berupa lagu untuk mencairkan suasana kelas yang masih kaku
·   Guru bertanya kepada siswa sudah berkenalan atau belum dengan teman sebangkunya
·   Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan tersebut yaitu bagaimana cara memperkenalkan diri dan berkenalan dengan orang lain

10 menit
Inti

·   Guru memperkenalkan diri terlebih dahulu di hadapan peserta didiknya
·   Siswa diminta memperkenalkan dirinya dengan teman sebangkunya untuk melatih kemampuan interaksi mereka, guru mengontrol dan mengamati.
·   Guru menanyakan kepada beberapa siswa siapa nama mereka dan  nama teman sebangkunya
·   Guru memberitahukan peserta didik akan ada permainan (lempar bola) yang berkaitan dengan materi yang sedang di ajarkan
·   Guru mengajak peserta didik keluar kelas untuk melakukan permainan lempar bola
·   Guru meminta peserta didik untuk membuat lingkaran
·   Guru memberikan arahan cara bermain, yaitu dimulai dari guru memberikan contoh cara memperkenalkan diri dengan mengucapkan “selamat pagi, nama lengkap saya………, nama panggilan saya…..” kemudian guru melempar bolanya kepada salah seorang siswa, kemudian siswa tersebut diminta memperkenalkan dirinya.
·   Siswa yang sudah mendapat lemparan bola dan memperkenalkan dirinya, kemudian diminta melempar bola kepada teman yang lain. Teman yang mendapat lemparan bola, diminta menyebutkan nama lengkapnya dan nama panggilannya, begitu seterusnya sampai seluruh siswa berhasil memperkenalkan dirinya.
·   Guru memvariasikan cara bermain lemparan bola, yaitu siswa diminta menebak nama siswa yang mendapatkan lemparan bola
·   Selesai melakukan permainan, guru mengajak siswa masuk kelas
·   Guru memberikan kartu nama dari potongan kertas karton bertuliskan nama panggilan masing-masing siswa, kemudian siswa diminta untuk menghiasnya menjadi kartu nama yang indah
·   Siswa diminta memperkenalkan dirinya di depan kelas sambil menunjukkan kartu nama yang sudah dihias, kegiatan ini bertujuan melatih rasa percaya diri siswa untuk tampil di depan umum

50 menit
Penutup
·  Guru menyampaikan pesan moral pentingnya saling mengenal satu sama lain
·  Salam dan doa penutup
10 menit

H. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
·         Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 (Buku Guru SD/MI) Kelas I - Tema Diriku - Kemendikbud RI 2013
·         Bola Plastik
·         Kertas karton

I. PENILAIAN
·         Penilaian Unjuk Kerja (Permainan dan Menghias kartu nama)
·         Penilaian kinerja presentasi (perkenalan di depan kelas)
·         Instrumen penilaian (Terlampir)

-          Rubrik penilaian

·         Rubrik Memperkenalkan Diri dengan Permainan
No
Kriteria
Sangat baik (4)
Baik (3)
Cukup (2)
Perlu Bimbingan (1)
1
Kemampuan memperkenalkan diri
Siswa mampu menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan
Siswa mampu menyebutkan nama lengkap
Siswa hanya mampu menyebutkan nama panggilan
Siswa belum mampu menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan
2
Kemampuan menjalankan arahan dalam permainan
Siswa mampu melakukan permainan sesuai arahan tanpa pengulangan
Siswa mampu melakukan permainan sesuai arahan dengan 1 kali pengulangan
Siswa mampu melakukan permainan sesuai arahan dengan lebih dari 1 kali pengulangan
Siswa belum mampu melakukan permainan sesuai arahan
3
Kemampuan melempar dan menangkap bola
Siswa mampu melempar dan menangkap bola dengan baik, tanpa meleset
Siswa mampu melempar dan menangkap bola dengan baik, tetapi 1-2 kali meleset
Siswa mampu melempar dan menangkap bola dengan baik, tetapi lebih dari 2 kali meleset
Siswa belum mampu melempar dan menangkap bola
4.
Kemampuan menebak identitas nama teman
Siswa mampu menebak nama lengkap dan nama panggilan teman
Siswa hanya mampu menebak nama lengkap teman
Siswa hanya mampu menyebutkan nama panggilan teman
Siswa belum mampu menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan teman

·         Rubrik menghias kartu nama
No
Kriteria
Sangat baik (4)
Baik (3)
Cukup (2)
Perlu Bimbingan (1)
1
Komponen pendukung kartu nama
Memenuhi 3 komponen (gambar, hiasan, dan bingkai)
Memenuhi 2 dari 3 komponen
Memenuhi 1 dari 3 komponen
Tidak memenuhi ketiga komponen
2
Jumlah warna yang di gunakan
Menggunakan 3 warna atau lebih
Menggunakan 2 warna
Hanya menggunakan 1 warna
Tidak menggunakan warna
3
Kerapian dan Keindahan
Keselarasan antara hiasan dan warna terlihat sangat bagus
Keselarasan antara hiasan dan warna terlihat bagus
Keselarasan antara hiasan dan warna terlihat cukup bagus
Keselarasan antara hiasan dan warna terlihat kurang bagus

·         Rubrik memperkenalkan diri di depan kelas
No
Kriteria
Sangat baik (4)
Baik (3)
Cukup (2)
Perlu Bimbingan (1)
1
Percaya diri
Siswa berani tampil tanpa rasa gugup dan terbata-bata
Siswa berani tampil tanpa rasa gugup tapi masih terbata-bata
Siswa berani tampil meski dengan  rasa gugup dan masih terbata-bata
Siswa belum berani tampil
2
Kualitas suara
Siswa tampil dengan suara yang keras dan jelas
Siswa tampil dengan suara yang keras tapi kurang jelas
Siswa tampil dengan suara yang kurang keras dan kurang jelas
Siswa belum berani tampil

-          Pedoman Penilaian
Jumlah skor yang diperoleh siswa   X 100
                               Skor ideal

Keterangan : Skor ideal = jumlah kriteria x skor tertinggi
-          Skor ideal rubrik memperkenalkan diri dengan permainan : 4 x 4 = 16
-          Skor ideal rubrik menghias kartu nama                            : 3 x 4 = 12
-          Skor ideal rubrik memperkenalkan diri di depan kelas        : 2 x 4 =   8




Bogor, 10 Agustus 2013
Mengetahui,
Kepala SD Negeri 107 Sukamaju                                                             Guru Kelas I



           ( Sintawati )                                                                                (Al An Amimah)




Lampiran :
Contoh Instrumen Penilaian berdasarkan Rubrik penilaian
1.       Rubrik memperkenalkan Diri dengan Permainan
No
Nama siswa
Skor
Jumlah skor
NILAI
Kriteria 1
Kriteria 2
Kriteria 3
Kriteria 4
1







2







3







4







5







Dst









2.       Rubrik Menghias Kartu Nama
No
Nama siswa
Skor
Jumlah skor
NILAI
Kriteria 1
Kriteria 2
Kriteria 3
1






2






3






4






5






Dst








3.       Rubrik Memperkenalkan Diri di depan Kelas
No
Nama siswa
Skor
Jumlah skor
NILAI
Kriteria 1
Kriteria 2
1





2





3





4





5





Dst







Kamis, 01 Agustus 2013

Pemandangan Elok di Pagi Hari



Alhamdulillahirabbil’alamin… Puja dan Puji syukur tak henti-hentinya kupanjatkan kepada ALLAH swt,  Sang Khalik,  Sang Pencipta, yang telah menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Rasa syukurku ini mungkin tak sebanding dengan karunia dan nikmat yang telah diberikann olehNYA, dan pada pagi hari ini pun aku masih diberikan kesempatan untuk menghirup sejuknya udara pagi. Duduk di depan balkon asrama pavilion 6 sembari memainkan jari-jariku di atas Keyboard Toshibaku. Laptop mungil  yang kuperoleh dari pemberian ibuku beberapa tahun yang lalu. Sebuah gadget yang tak hanya sekedar jadi barang mewah tapi juga menjadi teman dikala kesendirianku. Seperti hari ini, dia masih setia menemaniku, diiringi sorot tatapan tajam dari tiga stiker yang kutempel sebagai hiasan laptopku. Ekspresi mereka tak pernah berubah, masih sama seperti hari-hari lain. Dua stiker dengan lidah menjulur seolah-olah mengejekku (hmmm,,,,,,,,awas yaaa..), dan akupun balik mengejeknya, weellllkk,…. Hahaa,,, aku merasakan stiker itu bisa berbicara, meski dengan sapaan mengejek tapi mereka selalu bisa membuatku terhibur, entahlah kenapa bisa begitu, akupun bingung. Satu stiker lagi, dengan mata berkedip satu dan mulut keritingnya seolah olah ingin mengatakan sesuatu yang membuat hatinya pilu, ahhh aku bingung menggambarkan ekspresinya, mungkin ia sedang sedih, atau mungkin juga sedang cemberuuuttt… hehee. 

Pagi ini, seperti biasa, kuawali dengan makan sahur bersama teman-temanku. Aku merasa sahur ini begitu nikmat, mungkin karena lauknya itu adalah lauk kesukaannku (ikan bandeng presto, tempe manis) dan rasa bumbunya juga PAS, gak asin dan gak manis. Aku pun dengan lahap menyantap sajian lezat itu sambil bencengkrama dan becanda dengan teman-temanku, seakan tak memperdulikan orang-orang disekitarku. Kami seharusnya bisa jaga sikap di depan umum, apalagi ada banyak mata memandang kami , terutama para ustadz dan santri-santri yang juga sedang khusyu’ menyantap sahur mereka. Hahaa….tapi memang dasar koplak, jadi susah juga untuk ditahan becandanya, apalagi aku yang kalau ketwa suaranya gak bisa kecil, hehee… jadinya sering kena tegur deh sama Bu Lurah (ketua paviliun:red). Tapi, dari bercanda itulah yang membuat persaudaraan diantara kami semakin erat. Semoga kebersamaan dan persaudaraan ini tetap awet, aamiin. 

Selesai makan sahur, aku dan teman-temanku pun bergegas menuju asrama, karena jarak antara pantry (ruang makan:red) agak jauh dari asrama kami. Sedikit menguras tenaga kami, karena asrama kami letaknya dilantai 3, jadi harus lewati sekian anak tangga dulu, baru bisa nyampe asrama, ditambah lagi dengan jalan yang menuju pantry,  lewati beberapa anak tangga juga, karena letak pantry nya jauh lebih rendah dari bangunan dan tanah disekitarnya. Tapi tetap enjoy lah.  

Karena masih ada waktu sebelum masuk waktu imsak, akupun beranjak ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan menunaikan shalat tahajjud dan shalat witir. Sembari menunggu waktu adzan shubuh, aku pun memanfaatkan waktu untuk membaca alqur’an. Setelah beberapa menit kemudian,,, Allahuakbar..allaaaaahuakbaarr, terdengar bunyi adzan dari sound system masjid yang ada di kawasan asrama kami. Akupun menghentikan tilawahku dan menutupnya dengan lafadz shodaqollaul’aadzim. Mengambil air wudhu kembali, untuk menghilangkan kantuk yang menyergap mataku. Selesai shalat sunnah qobliyah shubuh, akupun mengajak teman-temanku shalat shubuh berjamaah. Ternyata hari ini aku yang dapat gantian piket, dan salah satu tugas piket adalah jadi IMAM shalat.

Selesai shalat shubuh, aku masuk ke kamar untuk merapikan mukenah. Untuk hari ini gak ada tugas kuliah, jadi dari semalam aku tak pernah menyapa laptopku, kulihat dia hanya duduk terdiam di atas ranjangku, akupun menghampirinya dan kemudian mulai menekan tombol power. Aku keluar dari kamar, rencananya aku mau duduk di sofa yang ada di luar paviliunku. Tapi, salah seorang dari temanku mengajakku ikut senam otak jepang. Akupun setuju ikut gabung. Laptopku pun terabaikan, masih dalam keadaan ON. Hmm… kasiaaaannn diaaa..

Sekitar 20 menit lebih  kami melakukan senam otak jepang dan juga ditambah dengan senam pramuka. Mengikuti gerakan dan irama yang diputar lewat komputer paviliun kami yang layarnya sudah mulai terlihat usang. Keringat pun mulai terasa, meski masih kaku dengan gerakan-gerakan senam itu, karena memang sebelumnya jarang banget senam, tapi aku tetap bisa menikmatinya. 

Mataku kembali tertuju pada laptop yang sebelumnya kuletakkan di atas CPU. Aku pun meraihnya, dan menentengnya ke luar. Duduk di sofa,menikmati pemandangan yang indah dan luas, dipenuhi dengan pepohonan hijau dan pohon sejenis  bonsai tapi  berwarna merah di bagian kuncup atasnya.  Baru kali ini kulihat pohon seperti itu, karna di daerah ku tidak ada pohon itu, hmm....atau mungkin aku yang tidak tahu. Hehehee… Tapi yang jelas, disini banyak kulihat pohon itu diletakkan di sela-sela jalan sebagai penghias jalan.   




Melihat pemandangan hijau dari lantai tiga, memberikan kesan tersendiri bagiku. Menghirup udara pagi yang begitu sejuk dan segar. Udara itupun serasa mengalir ke tenggorokanku. Mata yang biasanya terserang kantuk, mendadak jadi segar. Adeeemmmmm banget rasanya hati ini menikmati pemandangan seperti ini.



atap biru : masjid di kawasan asrama

gedung hijau : perpustakaan

senada warna pakaian dan pohonnya...heee
Aku mulai mengetik , sebenarnya bingung mau menulis apa. Ya sudahlah, tulis apa sajalah, yang penting nulis. Akhirnya yang kutulis adalah tulisan ini. (haha,…bahasanya muter-muter gak jelas dari tadi). Masih asyik dengan keyboardku, kulihat jam di laptopku, masih menunjukkan jam4.30, “oalaaahhh gak bener ne jam, masa’ matahari sudah nongol tapi masih jam 4”,  kataku dalam hati. Tapi akupun tidak bergegas masuk untuk mengecek jam yang tepat. Kudengar pintu terbuka, dan aktifitasku pun terhenti saat salah seorang temenku menegurku, “al an, kamu belum mandi yaa, eh sudah setengah delapan ne, ayo buruan mandi”. Sontak saja aku kaget, kupikir masih jam tujuh. Aku pun langsung lari masuk kamar, meletakkan laptopku dan mengambil handuk lalu meluncur pergi ke kamar mandi. Gara-gara keasyikan ngetik, ehhh jadi lupa waktu..hehhheee….

Semangaaaatttt Pagiiii….!!!

Bogor, 31 Juli 2013, at 7:10 a.m


Hadiah Kecil untuk Pangeran dan Peri Kecil


Teringat dengan janji pada ponakan dikampung halaman. Rencananya dari kemaren mau beli, tapi belum juga ada waktu untuk keluar. Aktifitas kuliah yang padat dari pagi sampai sore, bahkan sampai menjelang magrib, membuatku jadi sulit untuk keluar.  Ditambah pula aku  gak tau dimana harus beli barang itu. Barang yang menurutku sebenarnya biasa-biasa saja, tapi karna aku sudah janji , jadi aku harus penuhi.


Ketika salah seorang dari pengelola SGI memberitahukan kalau mata kuliah hari ini ditiadakan karna ada sesuatu dan lain hal, mungkin aku orang yang paling senang mendengar kabar itu. Di samping bisa jadi hari libur, juga bisa kumanfaatkan untuk keluar membeli barang itu. Karna dua hari weekend (sabtu dan minggu) kemaren digunakan untuk mengisi mata kuliah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Mau tidak mau, suka tidak suka, yaa harus terima, harus tetap masuk kuliah, meski rencana yang sudah disusun jadi berantakan. Huhuuu…. Aku pikir hari ini akan libur, tapi, pihak pengelola memberitahukan kalau mata kuliahnya akan diganti dengan refleksi Peer Teaching yang diadakan beberapa hari yang lalu. Ya Allah, gagal lagi rencanaku. Untung saja refleksi perkuliahannya hanya setengah hari. Jadi, siangnya bisa lah aku pergi. 

Jarum jam pun sudah menuju ke angka 12 lebih, adzan dzuhur sudah terdengar dari ruang kelas. Sebelum pulang kembali ke asrama, pengelola mengumumkan kalau kami diundang menghadiri acara buka bersama ke sebuah tempat yang aku sendiri gak jelas mendengar nama tempat itu karna aku hanya fokus dengan rencanaku itu. Acaranya diadakan diluar asrama. Aku pun menyusun rencana lain, yang awalnya tadi mau pergi sendirian selesai shalat dzuhur,  tapi mumpung ada undangan keluar, jadi menurutku sekalian saja nanti keluarnya ba’da asar.

Sesampainya di kamar, aku langsung bersiap-siap untuk menunaikan shalat dzuhur berjamaah. Tak sempat kusentuh mushafku, selesai merapikan mukenah aku pun langsung terbaring di kamar karna rasa kantuk yang menghinggapiku tak bisa kutolak.  Sayup-sayup kudengar suara temanku yang sedang asyik ngobrol, aku pun terbangun. Kulihat jam di hp ku, ternyata sudah jam 15.42. Itu artinya sudah masuk waktu asar. Teman sekamar ku memberitahukan kalau undangan buka barengnya diundur. Hmmm…sepertinya pengelola tadi sudah mengumumkannya, tapi akunya aja yang gak ngudeng., maklumlah gak konsen. Astagaaaa,,,, aku kembali teringat dengan janji itu. Lagi dan lagi rencana yang sudah kubuat tidak berjalan lancar.  Dengan langkah gontai, kuayunkan kakiku menuju kamar mandi, dengan handuk bertengger di pundak kiriku. 

Segar rasanya setelah mandi, sisa kantuk yang menyergap tadi, kini sudah kabuuuurr jauh. Seusai melaksanakan shalat asar, teman ku mengatakan kalau sore ini ada rapat KM SGI V (Keluarga Mahasiswa Sekolah Guru Indonesia Angkatan Kelima), itu nama organisasi kami yang disepakati bersama beberapa minggu yang lalu. Rapat itu akan dihadiri oleh masing-masing ketua Divisi beserta Penanggung Jawab (PJ)  untuk Akhwat. (Apaahh…….??   Pake gaya ALAY bacanya. heee..). Aku harus menghadiri rapat itu karna aku bertugas sebagai salah satu PJ nya.  Haduuuhhh…. Bagaimana ini? Apakah rencanaku gagal lagi sore ini? Aku pun mulai putar otak untuk mencari solusi. Akhirnya aku meminta bantuan  temanku untuk menggantikanku. Meski sebenarnya gak enak hati pada teman-teman karna aku gak hadiri rapat, insyaallah nanti rapat berikutnya harus hadir. 

Jam 16:35, sebelum berangkat, aku mengisi buku keluar yang sudah disediakan di pos satpam. Setiap kali kami keluar dari asrama, kami harus mengisi buku itu sebagai tanda izin. Begitu keluar sampe pintu gerbang, aku menyebrangi jalan dengan dibantu pak satpam, karna sore hari jalanan ramai oleh kendaraan yang lalu lalang. Diseberang sana kulihat  ada seorang wanita yang menaiki  angkot hijau jurusan arah Parung-Merdeka, aku pun ikut naik.

Sekitar tiga kilometer dari asrama, terlihat ada bangunan bertuliskan ATC (Area  Trade Centre). Langsung kuminta berhenti pada supirnya. Setelah membayar tiga ribu perak, kemudian aku masuk ke bangunan itu, berharap menemukan sesuatu yang kucari. Tapi, ternyata nihil. Barangnya cuma sedikit, dan gak ada yang sreg di hati. Aku pun keluar, kemudian kulihat ada apotek, setelah selesai membeli obat aku kembali mencari toko tempat jual barang yang kucari. Hmm…..ternyata susah juga. Tapi aku masih semangat tuk mencari, demi sebuah janji, meskipun tenaga sudah hampir kurang dari separo.
 
Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya usahaku membuahkan hasil. Banyak kerumunan orang-orang yang sedang sibuk dengan aktifitasnya masing-masing. Pasar parung-bogor, itulah tempatnya. Ini kali kedua aku mampir kepasar ini, sebelumnya aku pergi dengan teman asramaku. Tapi gak kepikiran turun langung ke pasar, jadinya kan gak perlu jalan kaki. Heee… tapi gak apa-apalah, menambah pengalaman menjelajah. Pasarnya cukup besar dan barang-barangnya pun lengkap, mulai dari makanan, pakaian , mainan, sembako, dll, harganya pun juga terjangkau, yaaahhhh pinter-pinter kita nawar lah.  

Mulai mencari barang utama, sreett….dari arah pintu pasar, lurus sekitar  tiga meter, belok kanan, kulihat ada toko mainan. Setelah bertanya ke penjaga tokonya, akhirnya barang yang kucari itu ada dijual di toko itu. Sebuah jam tangan anak dengan gambar spongebob merah kuning. Jalan untuk memenuhi janjiku kini sudah  terbentang. Sebuah jam tangan yang dipesan oleh ponakan ku, Syafridho  namanya. Ia ingin sekali punya jam tangan  seperti jam tangan temannya. Saat ini dia sedang duduk di bangku Taman Kanak-Kanak. Ia ingin aku yang membelikan untuknya. Padahal di Lombok pun banyak dijual jam tangan. Aku pun gak tega kalau menolak permintaanya dia. Akhir-akhir ini dia mulai sering malas untuk bersekolah. Ibunya mengingatkan dia kalau dia gak mau sekolah, maka dia tak akan dapat jam tangan dariku. Hal sepele mungkin bagiku, sekedar jam tangan, tapi bagi dia, mendapat kiriman dari seorang yang sudah dekat dengan dia adalah hal yang mungkin paling menggembirakan. Tentunya nanti setelah dapat kiriman jam itu, dia akan sangat girang dan memamerkan jam tangan itu ke teman-teman sebanya dia. Seperti yang biasa terjadi ketika aku masih di Lombok, kalau aku ada sedikit rizki, aku pun membelikan mainan kesukaannya, dan dengan bangga dia akan memperlihatkan mainan itu pada yang lain.  





Gak adil rasanya kalau hanya membelikan kiriman  untuk satu ponakan saja, karna aku punya tiga ponakan. Satu cowok, dua cewek. Rencananya mau belikan jam tangan juga, tapi setelah kupikir, sepertinya jam tangan bukan oleh-oleh yang tepat untuk anak usia tiga tahun. Setelah berdiam diri sejenak di tengah keramaian hiruk pikuk pasar, aku pun melangkah menuju tempat jualan sepatu. Kulihat banyak modelnya, warnanya pun juga cantik-cantik. Setelah proses tawar menawar, aku pun membeli dua buah sepatu untuk kedua keponakan cewekku. Sepatu warna merah marun dengan hiasan bunga dari manik-manik yang dijahit dengan sangat detil dan rapi di ujung depannya, sepatu ini untuk keponakan cewekku yang pertama, berumur sekitar tiga tahun. Satu sepatu lagi berwarna merah muda dengan motif boneka khas anak-anak, dan ini untuk keponakanku yang berumur sekitar 8 bulan lebih. Mudah-mudahan sepatunya pas. 





Suara adzan pun terdengar, untuk membatalkan puasa, aku membeli segelas teh dingin dan tahu goreng. Nikmat rasanya, berbuka di tengah keramaian pasar,meski hanya dengan menu alakadar. Mungkin karna aku berada di tengah orang-orang asing dan di tempat yang asing, sehingga ada pengalaman special yang kurasakan dan gak bisa tergambar melalui untaian kata. Waktu menunjukkan pukul 18:26, aku pun segera keluar dari pasar kemudian mencari angkot hijau jurusan parung-merdeka, tapi gak ada kelihatan. Tampak di ujung tepatnya beberapa meter di sebelah kananku, kulihat ada angkot biru jurusan parung-bogor. Angkotnya sepi, baru hanya satu orang penumpangnya, tapi gak apalah, aku naik saja, belum shalat magrib juga. Sekitar lima belas menit perjalanan dari pasar menuju asrama, itu karena angkotnya melaju dengan kencang. Jam 18:35 akupun sampai di gerbang, setelah membubuhi tanda tangan di buku tanda izin keluar, aku langsung menuju kamar. Ingin rasanya langsung rebahan setelah shalat magrib dan berbuka, karna capek sekali rasanya badan ini setelah berjam-jam jalan-jalan menikmati suasana di luar sana. Jam menunjukkan pukul 12 lebih, sudah larut malam, saatnya istirahat, menutup kehidupan sejenak. Semoga esok menjadi hari yang lebih cerah dan lebih bermakna. Aamiin….

Untukmu………. Pangeran dan para Peri kecilku (Syafrido, Annida & Nafisya)

Bogor, 31 Juli 2013, at 12:58 a.m.

Kuliah Menulis dengan Menulis



“Tebal Muka Terus Menulis “, itulah Judul  yang diangkat oleh dosen kami, Bapak Yusuf Maulana namanya. Sosok yang penuh dengan inspirasi. Daya ingat beliau kuacungkan jempol. Baru pertama masuk kelas, beliau sudah bisa menghapal beberapa nama mahasiswa SGI. Bahkan pada waktu pertemuan kedua pun beliau masih ingat dimana tempat kami duduk. Aku sangat suka cara mengajarnya beliau, tenang tapi pasti. 

Beliau lebih banyak memberikan materi melalui praktek langsung, yaitu menulis. Pembawaannya beliau sangat sederhana, bahkan ketika memasuki kelas pun beliau hanya membawa buku tanpa ada barang-barang gadget yang menemaninya. Sewaktu kuliah dulu, banyak materi kuliah yang kudapat, tapi belum ada yang bisa “nyantol” di kepalaku. Tapi , setelah dapat materi dari Bapak Yusuf, ditambah dengan teknik mengajar beliau, aku mendapat pemahaman yang lumayan jelas. Semakin menambah ilmu dan pengetahuanku dalam menulis. 

Bagiku, beliau sungguh mengispirasi meski dalam penyampaian materi beliau tidak memberikan kata-kata motivasi dan inspirasi secara langsung, tapi mampu memberikan stimulus khususnya pada diriku untuk terus belajar menulis. Dalam menentukan tema, beliau menggunakan objek-objek yang ada di sekitar kelas. Ketika latihan menulis, beliau hanya menyuruh kami menulis singkat saja yang dibatasi dengan waktu yang singkat juga, sebagai langkah awal dalam meningkatkan kemampuan menulis.

Sesi pertama

Pada sesi ini, tema yang diberikan adalah “ayah”. Skenarionya : ada seorang anak yang memiliki bapak angkat dan bapak angkatnya kini sedang dalam perjuangan menuju perjalanan Rumah ALLAH. Dalam skenario ini diceritakan bahwa sang anak sedang berada di tempat jauh, karena  kesibukan dan lain hal, sang anak ini tidak bisa menemani ayahnya di detik-detik terakhir kepergiannya menuju pangkuan Ilahi .
Kemudian Bapak Yusuf meminta kami berperan sebagai sang anak dan menuliskan kata-kata terakhir sebagai ucapan perpisahan untuk sang ayah.

                Inilah yang kutuliskan:

Terimakasih ayah atas segala pengorbananmu dan jasa-jasamu. Semoga ALLAH memberikanmu bidadari syurga agar kau tak kesepian disana. Maaf jika aku tak bisa menemanimu dan mengantarkanmu menuju tempat peristirahatan terakhirmu. 

Sesi kedua

Pada sesi ini, Pak Yusuf meminta kami menulis sebuah opini tentang kurikulum 2013.

Sekolah belum sepenuhnya siap menerapkan kurikulum 2013 ini.  Itu dikarenakan kurangnya sosialisai pemerintah terhadap para guru terutama untuk guru-guru yang ada di daerah pelosok. Menurut saya, pemerintah harus benar-benar mempertimbangkan bagaimana penerapan kurikulum 2013 bisa diterapkan untuk semua sekolah. Betapa tidak adilnya kurikulum 2013 ini. Semua harus disama ratakan dalam segi perangkat pembelajaran dan juga proses  penerapannya padahal sarana dan prasarana  setiap sekolah tidaklah sama.

Sesi ketiga
               
 Dalam sesi ini, kami diminta menggabungkan antara tulisan pada tema pertama dan tema kedua. 

                Inilah hasil dari kombinasi tulisanku:

Jika aku bisa memilih, aku ingin sekali bisa melihatmu lagi ayah. Sungguh aku belum siap dengan perpisahan ini. Tapi, takdir tidak memihak pada pintaku ayah karena ALLAH lebih menyayangimu. Jika diibaratkan seperti kurikulum 2013, maka perpisahan inilah sebagai kurikulumnya dan aku sebagai sekolahnya. Kurikulum 2013 itu tetap ada, tapi sekolah belumsepenuhnya  siap untuk menerima keberadaannya. Begitu juga aku ayah, perpisahan ini sudah  terjadi  tapi aku pun belum siap menerima perpisahan ini.

Sesi keempat

Pada sesi ini Pak Yusuf meminta kami menuliskan satu paragraf tentang sosok yang ada di spanduk yang ditempel di atas tembok kelas kami.

Sosok lelaki yang mengepalkan kedua tangan nya kea rah langit menunjukkan betapa dia begitu bersemangat dalam menggapai impian dan harapannya. Dia begitu berbahagia dalam memotivasi dirinya untuk terus berjuang meraih apa yang menjadi harapannya terlihat dari senyum sumringah yang menghiasi wajahnya.

Selanjutnya pada hari kedua tidak jauh beda aktifitas yang kita lakukan. Tapi materinya jauh lebih kompleks dari sebelumnya dan temanya pun lebih beragam.

Sesi pertama

TEMA : DAERAH YANG INGIN DITUJU

Melihat semangat dan perjuangan mereka membuat hatiku “tersenggol”. Mereka yang berada dalam dunia yang penuh  dengan keterbatasan, masih bisa tersenyum ceria ketika melewati hamparan 2 tali yang terbentang di atas sungai untuk mengumpulkan serpihan-serpihan ilmu. Sedangkan aku disini selalu mengeluh ketika terjebak dalam deretan kendaraan yang saling berlomba ingin mengambil bagian di badan jalan. Aku selalu menggerutu ketika motor yang biasa kubawa ke kampus tiba-tiba mati. Aku bertekad untuk tidak banyak mengeluh, bertekad untuk terus  belajar dari kebersahajaan dan kesabaran  mereka dalam mengarungi gelombang kehidupan ini. Aku ingin bisa berada di antara mereka, setidaknya bisa membaur bersama senyum di balik derita mereka.

Sesi kedua

MATERI : OBJEK TUNGGAL STATIS

GELAS PECAH
Praaakkkkkkk…… Gelas itupun pecah dan meninggalkan genangan air dilantai setelah mendapat  lemparan keras dari Bapak Yusuf. 

FOTO
Senyum sumringah tergambar dari wajah tanpa dosa nan penuh lucu itu. Terlihat guratan kebahagiaan memancar dari wajah polos mereka. Itulah murid-murid kebanggaanku yang selalu memberikan energy positif dan mengispirasiku.


MATERI : OBJEK GANDA STATIS

Disajikan buku dan pigura

Seonggok buku biru itu tergeletak begitu saja tak berdaya seperti halnya nasib anak-anak bangsa yang terkatung-katung tak berdaya., tak jelas arah dan tujuannya. Meski senyum mereka masih mengembang tapi derita itu masih bergelayut memenuhi rongga kehidupan mereka. Derita tentang pendidikan mereka yang tidak layak. Aku begitu salut pada semangat dan kepolosan mereka. Sepertinya tak tampak beban derita itu, seolah-olah derita itu tidak pernah ada.
Mataku kembali tertuju pada itu buku itu. Mencoba mencari celah inspirasi untuk memadukan buku itu dengan semangat anak-anak itu. Aku tertegun sejenak, dan kemudian mulai teringat dengan suasana pantai di daerahku, Pantai Tanjun An, Lombok. Warna biru yang dipantulkan oleh lautnya memancarkan pesona yang begitu menakjubkan. Seakan mampu membius setiap mata para pelancong yang singgah untuk tak berkedip, meski hanya sedetik. Begitupun dengan semangat anak-anak itu yang terlukis jelas dalam senyum lebar itu. Memancarkan pesona yang penuh kebahagiaan, pesona yang mampu menggugah hati orang-orang yang melihatnya.

MATERI :OBJEK DINAMIS TUNGGAL

Salah satu pengelola yang membawa kamera

Seorang perempuan berbusana rapi dengan warna biru dominan berjalan perlahan sambil membawa sebuah  kamera . Dia mengitari tempat itu, mencari objek yang tepat untuk di abadikan dalam bidikan lensa kameranya. Tak puas dengan satu objek, dia pun kembali mencari tempat lain dan berharap menemukan objek yang bagus. Sesekali dia merasa kebingungan menentukan objek mana yang ingin dia bidik. Ada satu pemandangan yang membuat hatinya terkesima, yaitu ketika dia melihat beberapa cewek sedang asyik duduk di depan laptop sambil jarinya sibuk  memainkan keyboard.

Itulah hasil dari tulisanku waktu latihan menulis di kelas Workshop menulis , masih amburadul, maklum baru belajar menulis yang bener-bener menulis…..hheeeehee… Semoga paragraf-paragraf itu nanti bisa kukembangkan menjadi sebuah cerita, bahkan menjadi sebuah buku. Aamiin…

“Everything needs process. Always keep struggling to reach your dreams”

Bogor, Juli 2013