Jumat, 16 Agustus 2013

Tugas Administrasi Pembelajaran_Menyusun RPP Tematik



Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Satuan Pendidikan :     SD Negeri 107 Sukamaju
Kelas/Semester      :     I/I (Satu)
Tema/Subtema       :     Diriku/Aku dan Teman Baru
Pertemuan Ke-       :     1 (minggu pertama)
Alokasi Waktu        :     2 x 35 menit

A.    Kompetensi Inti
1.       Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
2.       Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru
3.       Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain
4.       Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.


B.    Kompetensi Dasar
        PPKn
4.2.    Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah
Bahasa Indonesia
4.4.   Menyampaikan teks cerita diri/personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian

PJOK
4.3    Mempraktikkan pola gerak dasar manipulatif yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional

SBDP
4.1.   Menggambar ekspresi dengan mengolah garis, warna dan bentuk berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekitar

C. Indikator
PPKn
·         Menjalankan peraturan pada permainan di sekolah
Bahasa Indonesia
·         Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap
·         Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama panggilan
·         Menyebutkan nama temannya

PJOK
·         Melakukan gerakan melempar
·         Melakukan gerakan menangkap
SBDP
·         Memberi hiasan pada kartu nama

D. Tujuan Pembelajaran

1.    Siswa dapat memperkenalkan diri dengan menyebutkan  nama lengkap dan nama panggilan dengan benar

2.    Siswa dapat menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan temannya dengan benar

3.    Siswa dapat menghias kartu namanya

4.    Siswa dapat memperkenalkan dirinya di depan kelas

E. Materi Ajar
            Identitas nama  diri dan teman (Perkenalan)


 F.    PENDEKATAN/STRATEGI/METODE
Pendekatan:Saintifik (Scientific)
Strategi: Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning).
Metode: tanya jawab dan presentasi
Teknik: Bermain Lemparan Bola dan Unjuk Kerja

G.    LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
KEGIATAN
DESKRIPSI KEGIATAN
ALOKASI WAKTU
Pendahuluan
·   Guru memberikan salam dan mengajak berdoa (religius).
·   Guru memberikan ice breaking berupa lagu untuk mencairkan suasana kelas yang masih kaku
·   Guru bertanya kepada siswa sudah berkenalan atau belum dengan teman sebangkunya
·   Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan tersebut yaitu bagaimana cara memperkenalkan diri dan berkenalan dengan orang lain

10 menit
Inti

·   Guru memperkenalkan diri terlebih dahulu di hadapan peserta didiknya
·   Siswa diminta memperkenalkan dirinya dengan teman sebangkunya untuk melatih kemampuan interaksi mereka, guru mengontrol dan mengamati.
·   Guru menanyakan kepada beberapa siswa siapa nama mereka dan  nama teman sebangkunya
·   Guru memberitahukan peserta didik akan ada permainan (lempar bola) yang berkaitan dengan materi yang sedang di ajarkan
·   Guru mengajak peserta didik keluar kelas untuk melakukan permainan lempar bola
·   Guru meminta peserta didik untuk membuat lingkaran
·   Guru memberikan arahan cara bermain, yaitu dimulai dari guru memberikan contoh cara memperkenalkan diri dengan mengucapkan “selamat pagi, nama lengkap saya………, nama panggilan saya…..” kemudian guru melempar bolanya kepada salah seorang siswa, kemudian siswa tersebut diminta memperkenalkan dirinya.
·   Siswa yang sudah mendapat lemparan bola dan memperkenalkan dirinya, kemudian diminta melempar bola kepada teman yang lain. Teman yang mendapat lemparan bola, diminta menyebutkan nama lengkapnya dan nama panggilannya, begitu seterusnya sampai seluruh siswa berhasil memperkenalkan dirinya.
·   Guru memvariasikan cara bermain lemparan bola, yaitu siswa diminta menebak nama siswa yang mendapatkan lemparan bola
·   Selesai melakukan permainan, guru mengajak siswa masuk kelas
·   Guru memberikan kartu nama dari potongan kertas karton bertuliskan nama panggilan masing-masing siswa, kemudian siswa diminta untuk menghiasnya menjadi kartu nama yang indah
·   Siswa diminta memperkenalkan dirinya di depan kelas sambil menunjukkan kartu nama yang sudah dihias, kegiatan ini bertujuan melatih rasa percaya diri siswa untuk tampil di depan umum

50 menit
Penutup
·  Guru menyampaikan pesan moral pentingnya saling mengenal satu sama lain
·  Salam dan doa penutup
10 menit

H. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
·         Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 (Buku Guru SD/MI) Kelas I - Tema Diriku - Kemendikbud RI 2013
·         Bola Plastik
·         Kertas karton

I. PENILAIAN
·         Penilaian Unjuk Kerja (Permainan dan Menghias kartu nama)
·         Penilaian kinerja presentasi (perkenalan di depan kelas)
·         Instrumen penilaian (Terlampir)

-          Rubrik penilaian

·         Rubrik Memperkenalkan Diri dengan Permainan
No
Kriteria
Sangat baik (4)
Baik (3)
Cukup (2)
Perlu Bimbingan (1)
1
Kemampuan memperkenalkan diri
Siswa mampu menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan
Siswa mampu menyebutkan nama lengkap
Siswa hanya mampu menyebutkan nama panggilan
Siswa belum mampu menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan
2
Kemampuan menjalankan arahan dalam permainan
Siswa mampu melakukan permainan sesuai arahan tanpa pengulangan
Siswa mampu melakukan permainan sesuai arahan dengan 1 kali pengulangan
Siswa mampu melakukan permainan sesuai arahan dengan lebih dari 1 kali pengulangan
Siswa belum mampu melakukan permainan sesuai arahan
3
Kemampuan melempar dan menangkap bola
Siswa mampu melempar dan menangkap bola dengan baik, tanpa meleset
Siswa mampu melempar dan menangkap bola dengan baik, tetapi 1-2 kali meleset
Siswa mampu melempar dan menangkap bola dengan baik, tetapi lebih dari 2 kali meleset
Siswa belum mampu melempar dan menangkap bola
4.
Kemampuan menebak identitas nama teman
Siswa mampu menebak nama lengkap dan nama panggilan teman
Siswa hanya mampu menebak nama lengkap teman
Siswa hanya mampu menyebutkan nama panggilan teman
Siswa belum mampu menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan teman

·         Rubrik menghias kartu nama
No
Kriteria
Sangat baik (4)
Baik (3)
Cukup (2)
Perlu Bimbingan (1)
1
Komponen pendukung kartu nama
Memenuhi 3 komponen (gambar, hiasan, dan bingkai)
Memenuhi 2 dari 3 komponen
Memenuhi 1 dari 3 komponen
Tidak memenuhi ketiga komponen
2
Jumlah warna yang di gunakan
Menggunakan 3 warna atau lebih
Menggunakan 2 warna
Hanya menggunakan 1 warna
Tidak menggunakan warna
3
Kerapian dan Keindahan
Keselarasan antara hiasan dan warna terlihat sangat bagus
Keselarasan antara hiasan dan warna terlihat bagus
Keselarasan antara hiasan dan warna terlihat cukup bagus
Keselarasan antara hiasan dan warna terlihat kurang bagus

·         Rubrik memperkenalkan diri di depan kelas
No
Kriteria
Sangat baik (4)
Baik (3)
Cukup (2)
Perlu Bimbingan (1)
1
Percaya diri
Siswa berani tampil tanpa rasa gugup dan terbata-bata
Siswa berani tampil tanpa rasa gugup tapi masih terbata-bata
Siswa berani tampil meski dengan  rasa gugup dan masih terbata-bata
Siswa belum berani tampil
2
Kualitas suara
Siswa tampil dengan suara yang keras dan jelas
Siswa tampil dengan suara yang keras tapi kurang jelas
Siswa tampil dengan suara yang kurang keras dan kurang jelas
Siswa belum berani tampil

-          Pedoman Penilaian
Jumlah skor yang diperoleh siswa   X 100
                               Skor ideal

Keterangan : Skor ideal = jumlah kriteria x skor tertinggi
-          Skor ideal rubrik memperkenalkan diri dengan permainan : 4 x 4 = 16
-          Skor ideal rubrik menghias kartu nama                            : 3 x 4 = 12
-          Skor ideal rubrik memperkenalkan diri di depan kelas        : 2 x 4 =   8




Bogor, 10 Agustus 2013
Mengetahui,
Kepala SD Negeri 107 Sukamaju                                                             Guru Kelas I



           ( Sintawati )                                                                                (Al An Amimah)




Lampiran :
Contoh Instrumen Penilaian berdasarkan Rubrik penilaian
1.       Rubrik memperkenalkan Diri dengan Permainan
No
Nama siswa
Skor
Jumlah skor
NILAI
Kriteria 1
Kriteria 2
Kriteria 3
Kriteria 4
1







2







3







4







5







Dst









2.       Rubrik Menghias Kartu Nama
No
Nama siswa
Skor
Jumlah skor
NILAI
Kriteria 1
Kriteria 2
Kriteria 3
1






2






3






4






5






Dst








3.       Rubrik Memperkenalkan Diri di depan Kelas
No
Nama siswa
Skor
Jumlah skor
NILAI
Kriteria 1
Kriteria 2
1





2





3





4





5





Dst







Kamis, 15 Agustus 2013

Berkah dalam Kebersamaan



Tawa dan canda itu tak pernah pudar, pun ketika aku menjalani kehidupan di asrama dengan beberapa temanku, hanya ada 6 orang termasuk diriku yang masih di asrama. Malam ini,  ba’da magrib kami berenam berkumpul diruangan kelas yang biasa kami gunakan untuk kuliah. Nonton bareng, mulai dari film animasi sampai dengan film motivasi, dan tentunya diiringi dengan selingan gelak tawa dan canda khas kami. Sebelumnya aku dapat sms dari salah satu ikwannya untuk segera turun ke ruang kelas, karena mereka mengajak kami untuk melakukan gerakan senam otak bareng. 

Setibanya dikelas, aku melihat 4 wajah asing, aku sempat kaget awalnya, bertanya-tanya dalam hati, siapa mereka, dan setelah perkenalan, ternyata mereka adalah senior kami (SGI Angkatan ke-4). Meski pada awalnya suasana kelas agak hening dan kaku, mereka heboh sendiri, sementara kami Cuma melongo bengong tak berarah. Hahahaa….bahasanya apa coba.  Tapi setelah kami bercakap-cakap, suasana pun mulai cair. Kuakui memang aku sedikit kikuk dan merasakan ketidaknyamanan, tapi mungkin karena ini kali pertama kami berjumpa. It’s ok. It isn’t big problem I think. Rupanya mereka sedang mudik setelah 4 bulan menjalani kehidupan di penempatan. Mereka sedang memanfaatkan liburan  dan memilih pulang kampung untuk mengisi liburan mereka, 3 orang dari mereka mendapat daerah penempatan di Lampung, dan satu orang lagi di Buton. Setelah berbagi cerita dan pengalaman, mereka pun pamit pulang, karena hari juga sudah mulai memasuki waktu magrib. 

Selain  kedatangan tamu spesial, malam itu juga rezeki kami sangat melimpah ruah. Mba Amy, salah satu pengelola SGI, membawakan sekotak biscuit kering dan 2 kantong snack untuk kami, alhamdulillahirabbail’alamin. Adzan magrib berkumandang, karena hari itu aku puasa, jadi kubatalkan puasaku dengan jajan yang dibawa oleh kak Amy, bersama dengan teman-temanku yang lainnnya. Menyantap setiap kepingan biscuit kering, akhirnya terisi juga perutku. Selesai berbuka, aku dan teman-temanku beranjak menuju mushola untuk shalat magrib, kemudian kembali ke kelas, melanjutkan nonton bareng sambil bercengkrama. Mulai merasa bosan dengan film yang kami tonton, kami pun melakukan senam otak jepang . Hahaaa… banyak  keseruan malam ini, melihat teman-teman ikhwan yang sedikit mengalami kesulitan dalam mengikuti gerakan senam itu, terlihat kaku dan lucu, semua jadi tertawa. 

Tak terasa waktu isya sudah tiba, ikhwan nya bergegas menuju mushola sementara akhwat diam dikelas, memutuskan untuk shalat isya nya nanti di paviliun (asrama). Usai mereka shalat, kami pun meninggalkan kelas dan bersama berjalan menuju pantry untuk makan malam. Setelah itu balik lagi ke kelas, melanjutkan aktifitas yang sempat tertunda, memutar film lain yang  bertemakan motivasi dan inspirasi. Bermain Quiz Parampa, ditemani dengan sisa biscuit tadi. Belum habis jajan dari Mba Ami, datang salah seorang teman kami yang baru pulang dari rumah sanak family nya membawakan kantong plastik hitam berisi buah-buahan dan jajan Lebaran. Senang banget rasanya mendapatkan banyak rezeki yang tidak pernah kami sangka-sangka kehadirannya. Apalagi waktu dibawakan buah-buahan itu, serasa seperti mendapat durian runtuh,, (hahaa…lebay bahasanya),karena kami jarang konsumsi buah di asrama. Maklum lah tempat jualan buahnya lumayan jauh dari asrama kami,  harus keluar gerbang asrama.  kalau di kampoeng halaman, hampir setiap hari dibelikan buah oleh ibu sepulangnya dari pasar. Tapi tetap bersyukur, karena masih bisa merasakan nikmat Allah, masih diberi kesempatan hidup untuk bisa berbuat lebih banyak kebaikan dan masih memiliki waktu untuk terus memperbaiki diri. Aamiin. 

STOP COMPLAINING ANYMORE…!!!!

LAIN GUBUK LAIN IDUP. LAIN RANTAU LAIN BALE. LAIN LOMBOK LAIN BOGOR. Hehehe….

Bogor, 11 Agustus 2013 , 23:11

Lebaran Rasa Rantau



Pagi itu sekitar jam 6, kami (2 ikwan, 4 akhwat) bersiap-siap menuju lapangan Simpati ---orang sekitar menyebutnya seperti itu---, sebuah lapangan bola yang berada di belakang Masjid yang ada di sebelah selatan Rumah Sakit Terpadu Dompet Dhuafa untuk melaksanakan shalat Idul Fitri. Pertama kali merasakan shalat di lapangan terbuka dan berada di kampung orang, memberikan kesan berbeda untuk lebaran tahun ini. Lebaran yang bagiku penuh makna karena menjalaninya bersama teman-teman senasib seperjuangan, teman-teman rantau, jauh dari keluarga dan kampung halaman.

pose dulu sebelum berangkat menuju tempat shalat ied..hee




Selesai shalat, para jamaah kemudian berbaris melakukan salam-salaman, halal bi halal. Tapi hanya jamaah laki-laki saja, sedangkan jamaah perempuannya sudah pada bubar duluan, meski halal bi halal tetap dilakukan tanpa barisan. Jadi hanya orang-orang tertentu dan  yang dikenal saja yang di salamin. Karena kami orang rantau, taka da yang mengenal kami,  jadi tak ada yang menyalami kami. Halal bi halal hanya dilakukan diantara kami berempat saja. Tapi, setelah berdiam diri di tengah kerumunan orang-orang yang sedang bersalam-salaman, sambil menunggu teman ikhwan selesai bersalam-salaman, ada seorang ibu yang mendatangi kami dan menjabat tangan kami, “akhirnyaaaaa…” kata kami sambil saling menatap dan tertawa. Setelah itu, ada lagi beberapa orang yang menyalami kami. Karena kami tidak menerapkan teknik Sok Kenal Sok Dekat alias SKSD, jadi tak banyak yang menyalami kami…heehee.

Usai bersalam-salaman, kami balik menuju asrama. Jalanan yang biasanya ramai kini begitu sepi, hanya satu dua motor yang lewat. Sesampinya di asrama, kami langsung menuju pantry untuk sarapan. Dengan menu special khas Lebaran, yaitu ketupat dan opor ayam, ditambah buah jeruk, menikmati sajian lebaran hanya berenam. Meskipun cuma berenam,  tetap terasa nikmat. Begini rasanya lebaran rasa rantau, meski terasa sedikit sepi, tapi tetap khusyu’ menjalaninya. Hanya saja tidak ada sanak famili yang dikunjungi, tak ada yang  jadi ojek untuk mengantar Ibu pergi untuk silaturahim  ke rumah pak De, tak ada kunjungan ke makam ayah, tak ada sahutan ejekan dari sepupu-sepuku, tak ada yang membagikan THR, itulah yang membedakan antara lebaran di rantau dan kampung halaman. 

 Hmmm…terselip rasa rindu akan momen-momen itu.
  
Bogor, 8 Agustus 2013 

FOTO:













 

Menikmati Malam Takbiran di Desa Rantau



Suara takbir saling bersahutan menggema memecah kesunyian malam. Suara itu terdengar begitu syahdu nan khusyu’ dari lantai 3 asramaku. Rasa sepi yang melandaku kini sedikit terobati oleh kehadiran suara takbir itu. Asrama mulai sepi beberapa hari belakangan ini, karna banyak temanku yang pulang mudik lebaran. Hanya 10 orang dari 30 mahasiswa SGI 5 yang tidak mudik, 2 orang dari Lombok, Provinsi NTB, 3 orang dari Makassar, Provinsi Sulawesi, 4 orang dari Provinsi Sumatera dan 1 orang dari Provinsi Jawa. Suasana paviliun yang biasanya ramai dengan obrolan “khas”  kini terasa sepi.

Untuk meramaikan suasana, kami pun beinisiatif untuk membuat sebuah video takbiran yang kemudian kami unggah di Grup Pribadi SGI 5. Dengan menggunakan perabotan yang ada di dapur, kami pun mulai briefing, mengharmonisasikan irama music dan vocal. Ternyata susah juga ya buat video. Kami harus mengulangnya sampai empat kali take, disebabkan adanya sesuatu dan lain hal yang membuat proses pembuatan video kami jadi sedikit mengalami kendala. (ceileee…bahasanyeeeee). Sebuah video sederhana, persembahan khusus dari para akhwat GAM (Genk Anti Mudik). Nama GAM adalah sebuah nama yang tercetus dengan sendirinya, ditujukan untuk para mahasiswa/i yang tidak mudik, berawal dari salah seorang teman yang waktu itu hendak mengupload foto-foto kami ke jejaring sosial, bingung mau menamakan keterangan apa pada foto-foto itu, akhirnya lahirlah sebuah nama, yaitu Genk Anti Mudik (GAM).

Malam ini, hanya tersisa 6 orang dari 10 anggota GAM, karna 4 orang dari kami pergi mudik ke rumah sanak family yang ada di Jakarta. Huhuu…jadi makin sepi saja asrama, tapi untungnya ada anak-anak Smart yang sedang takbiran menggunakan peralatan seadanya. Ditambah juga dengan suara takbiran dari masjid-masjid yang ada di sekitar asrama kami.

Meskipun jauh dari kampoeng halaman, aku masih bisa menikmati khidmatnya malam takbiran tahun  ini. Terasa berbeda memang, tapi, inilah yang aku temui, dan harus dihadapi. Rasa rindu pada kampoeng halaman pastilah ada, rindu pada keluarga, rindu dengan suasana pantai yang biasanya penuh sesak oleh lautan manusia di kala musim lebaran tiba, apalagi waktu Lebara Ketupat, yaitu biasanya di adakan satu minggu setelah lebaran Idul Fitri. Ehmm…tapi, disini akupun punya keluarga, KM SGI 5, sebagai pengobat rindu dan juga teman senasib seperjuangan, jadi aku tidak sendiri menikmati suasana malam takbiran di desa rantau, meski ini adalah  pengalaman pertamaku merayakan lebaran di kampoeng orang, tapi tetap nyaman menjalaninya. Sungguh tak ada beban yang kurasakan. Aku bersyukur bisa bersama dengan orang-orang hebat yang selalu memberikan energi positif dalam perjalanan hidup rantau-ku ini.

Jauh dari kampoeng halaman bukan berarti jauh dari kebahagiaan.

Bogor, 7 Agustus 2013